Abstak
ABSTRAK
URIF HIDAYATULLAH. Analisa Hubungan Antara Pembiayaan Terhadap Perkembangan Usaha Nasabah (Studi Kasus pada BMT Ibaadurrahman Ciawi-Bogor). Dibimbing oleh H. Ahmad Sobari, Lc.,M.Ag dan ahmad Mulyadi Kosim, S.Ag., M.Ag
Studi ini bermula dari sebuah fenomena bahwa lembaga-lembaga keuangan syariah yng sudah lahir sejak 1992 yang diawali dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia, kemudian berkembang bank Perkreditan Rakyat Syariah yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan sektor ekonomi masyarakat. Tetapi kedua lembaga ini dalam realitasnya terjebak pada pemusatan kekayaan hanya pada segelintir orang saja, yakni para pengusaha kalangan mengah atas. Oleh karena itu penulis melihat bahwa ada lembaga keuangan syariah berskala mikro yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perkembangan usaha para pengusaha kecil yaitu Baitul Maal wat Tamwil (BMT). akan tetapi aplikasi penerapan akad-akad muamalah pembiayaan yang tersalurkan dapat membantu meningkatkan usaha nasabahnya, maka dari itu penulis mencoba menganalisa melalui studi ini.
Secara spesifik, studi inu menggunakan Deskriptif Korelasional yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai sesuatu pada waktu sedang berlangsungnya proses riset serta dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel (X) pembiayaan terhadap variabel (Y) perkembangan usaha nasabah (BMT) Ibaadurrahman, sedangkan alat analisis dalam studi ini menggunakan kuesioner. Isi kuesioner dibagi 3 bagian utama, yaitu: (i) profil responden, (ii) analisis pembiayaan dan (iii) analisa perkembangan usaha nasabah. Dalam pemilihan sampel studi ini menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling, dimana nasabah pembiayaan diambil sebagai sampel untuk mempresentasikan terntang perkembangan usaha yang dirasakan setelah memperoleh pembiayaan dari BMT Ibaadurrahman. Total sampel yang diambil sebanyak 50 sampel, studi ini dilakukan dari Juli sampai Agustus di BMT Ibaadurrahman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa realisasi pembiayaan di BMT Ibaadurrahman sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam seperti akad mudharabah, musyarakah, murabahah, dam Ijarah. Penyalurannyapun terus mengalami pengkatan, terlihat dari Rp. 3.051.623.000 tahun 2005 menjadi Rp. 4.426.369.000 tahun 2007, maka terjadi kenaikan Rp. 1.374.746.000 atau 45?lam kurun waktu 3 tahun. Pembiayaan yang tersalurkan juga terbukti memiliki tingkat hubungan 0,56 dan taksiran koefisien detirminasinya 31,36 %. Jadi pembiayaan yang diterima oleh nasabah BMT Ibaadurrahman memiliki peranan atau korelasi 31,36?lam perkembangan usaha mereka. Sedangkan 68.64 ?alah faktor lain seperti modal sendiri, manajemen yang baik atau pemasaran yang luas.