Abstak
Base Transceiver Station (BTS) merupakan sistem dalam jaringan
telekomunikasi seluler berupa menara (tower) dengan sumber daya utama listrik
PLN dan sumber cadangan berupa baterai. Monitoring kondisi baterai dan keluaran
tegangan baterai perlu dirancang untuk pencegahan kerusakan part pada sistem
kerja BTS. Pembuatan purwarupa peranti elektronis mobile berbasis IoT dan GPS-
tracking dilakukan guna mengatasi masalah penurunan tegangan pada baterai. Tiga
pokok bahasan pada penelitian ini, meliputi pembuatan, pemrograman, dan
pengukuran kinerja prototipe. Keterbentukan subsistem dilakukan melalui
pengawatan terintegrasi antar komponen elektronika, agar diperoleh sistem
perangkat keras yang berjalan dengan baik. Pemrograman subsistem dilakukan
melalui pembuatan algoritma dan penyusunan sintaks, agar diperoleh suatu sistem
perangkat lunak. Kinerja subsistem terukur ketika diintegrasikan ke aplikasi Blynk
IoT, agar diperoleh proses perpaduan antara perangkat lunak dan perangkat keras.
Hasil kinerja prototipe berupa pembacaan tegangan tertampil, pengukuran terhadap
setting alarm ketika terjadi penurunan tegangan baterai, dan pengambilan data
lokasi hasil kinerja purwarupa alat di Menara BTS. Purwarupa alat pemantauan
tegangan baterai di Menara BTS memberikan alternatif berupa indikasi dini
penurunan tegangan baterai yang merupakan faktor utama kerusakan sistem BTS
serta mempermudah proses maintenance (perbaikan) teknisi lapangan.
Kata-kata Kunci — Base Transceiver Station (BTS), sistem IoT,, Pemantauan
tegangan baterai,