Abstak
Zahra Nurazizah Rahmani
221107012479
Cedera engkel merupakan salah satu cedera yang paling sering dialami oleh atlet
basket. Prevalensi cedera di Indonesia sebesar 9,2?ngan 75?dera engkel
dialami pada anggota ekstrakurikuler basket di SMPN 2 Cibinong. Sehingga
penanganan awal yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih
lanjut. Metode RICE (Rest, Ice, Compression and Elevation) merupakan salah satu
penanganan pertama yang direkomendasikan, namun tidak semua penerapannya
sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan RICE
dengan perilaku penanganan cedera engkel pada anggota ekstrakurikuler basket di
SMPN 2 Cibinong. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan
pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 42 responden dengan
pengambilan sampel menggunakan total sampling yang sesuai dengan kriteria
inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat
pengetahuan dan perilaku responden. Analisis data dilakukan secara univariat untuk
melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk
mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan RICE yang baik (90,5%)
dan perilaku penanganan cedera yang baik (76,2%). Analisis bivariat menunjukkan
adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan RICE dengan perilaku
penanganan cedera engkel pada anggota ekstrakurikuler bola basket (p ? 0,05).
Pengetahuan RICE yang baik berhubungan dengan perilaku penanganan cedera
engkel, sehingga diperlukan upaya peningkatan edukasi dan praktik langsung
mengenai penanganan cedera yang tepat guna meminimalkan risiko cedera yang
lebih serius.
Kata kunci: Basket, Cedera Engkel, Pengetahuan RICE (Rest, Ice, Compression,
Elevation), Siswa SMP
Ankle injury is one of the most common injures experienced by basketball athletes.
The prevalence of injuries in Indonesia is 9.2% with 75% of ankle injuries
occurring among basketball extracurricular members at Cibinong 2 Middle School.
Therefore, appropriate initial management is essential to prevent further
complications. The RICE (Rest, Ice, Compression and Elevation) method is one of
the first managements recommended, but not all applications appropriate. This
study aims to determine the relationship between RICE knowledge and ankle injury
management behavior among basketball extracurricular members at Cibinong 2
Middle School. This study uses a quantitative design with a cross-sectional
approach. The population was 42 respondents with sampling using total sampling
in accordance with the inclusion criteria. The research instrument was a
questionnaire to measure the respondents level of knowledge and behavior. Data
analysis was carried out univariately to see the frequency distribution and
bivariately Chi-Square test to determine the relationship between variables. The
results showed that the majority of respondents had a good level of RICE knowledge
(90.5%) and good injury management behavior (76.2%). Bivariate analysis showed
a significant relationship between RICE knowledge and ankle injury management
behavior among basketball extracurricular members (p ? 0,05). Good knowledge
of RICE is associated with ankle injury management behavior, thus efforts are
needed to improve education and hands-on practice in proper injury management
to minimize the risk of more serious injuries.
Keywords: Basketball, Ankle Injury, RICE (Rest, Ice, Compression and Elevation)
Knowledge, Junior High School Student