Abstak
ABSTRAK
Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) menjadi salah satu kampus yang
mengadopsi gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan (LIP) ke dalam kurikulum
pendidikannya. Gagasan yang dipelopori al-Attas dan al-Faruqi ini disosialisasikan
Prof. AM. Saefuddin dalam pidato rektor tahun 1983 dengan istilah 'Islamisasi
Sains dan Kampus' atau ISK. Konsep ISK diaplikasikan ke dalam kurikulum
pendidikan agama Islam untuk setiap fakultas umum di UIKA. Konsep ini
didukung dengan budaya, peraturan, dan kebijakan yang ada di kampus. Selain itu,
dibangun pula masjid dan pesantren sebagai instrument pendukung ISK. 14 tahun
kemudian, Fakultas Agama Isiam (FAI) resmi terbentuk melalui penggabungan tiga
fakultas; Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin. Hingga
kini, FAI disebut sebagai garda terdepan dalam penerapan ISK. Lantas bagaimana
konsep Ilp menurut dosen-dosen FAI? Seperti apa aplikasinya? Penelitian ini akan
memaparkan persepsi dosen-dosen FAI terkait konsep dan aplikasi IIP, disamping
juga mengungkapkan sejarah perkembangan penerapan ISK di UIKA. Peneliti
melakukan studi library research tentang konsep IIP, serta wawancara terhadap
dosen-dosen FAI terkait konsep LIP dan aplikasinya di FAI. Disimpulkan bahwa
persepsi dosen-dosen FAI tentang konsep ILP dan aplikasinya berbeda-beda. Ada
yang persepsinya mendekati para pelopomya, sebagian besar memahaminya
sebatas desekularisasi ilmu, dan sisanya memersepsikannya sebagai pengamalan
ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Persepsi. Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Islamisasi
Sains dan Kampus, Dosen FAI.