Abstak
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING
PADA BALITA DI DESA GIRIMULYA KECAMATAN CIBUNGBULANG
SYAKIRA NURAINI
Gizi berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Salah satu permasalahan
gizi yang masih terjadi adalah stunting. Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi
kronis yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan standar
usianya, yang dapat diakibatkan oleh faktor yang multi dimensi. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan ibu, jarak kehamilan, suplai
air dan sanitasi, kerawanan pangan, keragaman makanan, ASI eksklusif, riwayat IMD,
pendapatan keluarga, dan akses ke pelayanan kesehatan terhadap kejadian stunting.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi
dalam penelitian ini balita usia 7-59 bulan sebanyak 723 balita, dan sampel sebanyak
88 balita, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dan Antropometri kit. Analisa data
menggunakan uji chi-quare. Hasil uji statistik menunjukan Tinggi badan ibu (p=
0,038), Suplai air dan sanitasi (p=0,022), Pendapatan keluarga (p=0,018), Akses ke
pelayanan kesehatan (p=0,041) jarak kehamilan (p=0,251), kerawanan pangan
(p=0,110), keragaman makanan (p= 0,681), ASI eksklusif (p=1,000), dan riwayat IMD
(p=0,554). Kesimpulan menunjukan bahwa terdapat hubungan antara tinggi badan ibu,
suplai air dan sanitasi, pendapatan keluarga, dan akses ke pelayanan kesehatan dengan
kejadian stunting pada balita. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti
nutrisi ibu pada masa pra-konsepsi, kehamilan, dan laktasi, pemberian makan tidak
adekuat saat dan setelah sakit, kualitas makanan rendah, dan penghentian ASI terlalu
dini untuk melengkapi kekurangan penelitian ini.
Kata kunci: Stunting, tinggi badan ibu, air dan sanitasi, pendapatan keluarga, akses
ke pelayanan kesehatan, balita.