Abstak
Rivia Awaliyah
191105010277
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pribadi peserta didik, tidak
hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam aspek spiritual dan moral. Salah
satu upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah melalui pembelajaran Aqidah
Akhlak, yang bertujuan untuk menanamkan nilai keimanan dan akhlak mulia.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih adanya peserta didik yang
belum mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari, khususnya
dalam aspek cipta rasa karsa, yaitu kepekaan batin dan dorongan kehendak untuk
berperilaku positif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar Aqidah Akhlak,
sejauh mana perkembangan cipta rasa karsa peserta didik, serta apakah terdapat
pengaruh signifikan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
kuesioner yang disebarkan kepada peserta didik kelas XI di MAN 1 Kabupaten
Bogor dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dianalisis
menggunakan analisis regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan
antara belajar Aqidah Akhlak terhadap cipta rasa karsa peserta didik. Hal ini
dibuktikan dengan nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien
determinasi sebesar 0,402 atau 40,2%. Artinya, belajar Aqidah Akhlak memberikan
kontribusi sebesar 40,2% terhadap pembentukan cipta rasa karsa peserta didik.
Dengan demikian, pembelajaran Aqidah Akhlak berperan penting dalam
membentuk kepekaan dan dorongan moral peserta didik dalam kehidupan sehari
hari.
Kata kunci: Belajar Aqidah Akhlak, Cipta Rasa Karsa, Peserta Didik
Education plays a crucial role in shaping students' personalities, not only in terms
of intellectual development but also in spiritual and moral dimensions. One of the
efforts to achieve this goal is through the teaching of Aqidah Akhlak (Islamic creed
and ethics), which aims to instill faith-based values and noble character. However,
field observations show that some students have yet to fully embody these values in
their daily behavior, particularly in the aspects of cipta rasa karsa—which refers to
the inner sensitivity and volitional drive to engage in positive behavior.
This study aims to investigate the learning outcomes of Aqidah Akhlak, the extent
of students’ development in cipta rasa karsa, and whether there is a significant
influence between the two variables. The study employed a quantitative approach
using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to
100 Grade XI students at MAN 1 Bogor Regency. The data were analyzed using
simple linear regression analysis.
The results indicate a positive and significant influence of learning Aqidah Akhlak
on the development of students’ cipta rasa karsa. This is evidenced by the t-test
significance value of 0.000 < 0.05 and a coefficient of determination of 0.402 or
40.2%. This means that learning Aqidah Akhlak contributes 40.2% to the formation
of students’ cipta rasa karsa. Therefore, Aqidah Akhlak instruction plays a vital role
in fostering students’ moral sensitivity and ethical motivation in daily life.
Keywords: Learning Aqidah Akhlak, Cipta Rasa Karsa, Students.