Abstak
Permasalahan terkait manajemen laba merupakan fenomena merugikan karena
termasuk tindakan oportunistik dalam pelaporan keuangan. Fenomena tersebut
dapat terjadi pada berbagai industri, terutama sektor yang mendapatkan tekanan
kinerja lebih ketat seperti industri makanan dan minuman. Meskipun beberapa
literatur menemukan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas menjadi penentu
praktik manajemen laba, namun hasil menunjukkan inkonsistensi yang signifikan,
serta minimnya kajian yang menggunakan keahlian keuangan komite audit sebagai
mekanisme moderasi. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh ukuran
perusahaan dan profitabilitas terhadap manajemen laba, serta manganalisis
kemampuan keahlian keuangan komite audit dalam memoderasi hubungan tersebut.
Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis data panel pada
perusahaan makanan dan minuman periode 2020–2024 sebanyak 130 data
observasi. Estimasi model menggunakan Common Effect Model (CEM) dan
pengujian hipotesis moderasi dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Pada
penelitian ini ditemukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan
terhadap manajemen laba, sedangkan profitabilitas berpengaruh positif signifikan.
Keahlian keuangan komite audit dikategorikan sebagai homologizer moderation
pada hubungan ukuran perusahaan dan manajemen laba, serta mampu
memperlemah hubungan profitabilitas terhadap manajemen laba dan termasuk
quasi moderation. Temuan ini mendukung teori agensi bahwa mekanisme
pengawasan internal yang berkualitas, misalnya komite audit yang ahli dalam
bidang keuangan, berperan sangat penting dalam menekan tindakan oportunistik
manajemen.
Kata kunci: Manajemen Laba, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Komite Audit,
Moderated Regression Analysis.