Abstak
Tekanan struktural dan ketidakpastian pasar menuntut pelaku usaha mikro
kecil untuk memiliki kapabilitas strategis dalam mengelola usaha secara adaptif dan
berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi keuangan,
teknologi keuangan, dan literasi digital dan pengaruhnya terhadap keberlanjutan
UMK bersertifikat halal di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan melibatkan 180 pelaku UMK bersertifikat Halal yang dipilih
melalui teknik probability sample, dan dianalisis menggunakan teknik Structural
Equation Model – Partial Least Squares (SEM-PLS). Temuan menatakan bawa
literasi keuangan, teknologi keuangan, dan literasi digital berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Tingkat keberlanjutan UMK Halal berada
pada kategori tinggi (81,19%), literasi keuangan, teknologi keuangan, dan literasi
digital masing-masing tercatat dalam kategori tinggi dengan proporsi 78.33%,
78.03%, dan 79,19%. Namun, beberapa indikator seperti pengetahuan investasi,
kemudahan penggunaan teknologi, pemahaman keamanan digital, dan perubahan
total aset menunjukkan performa rendah. Temuan in menegaskan bahwa
keberlanjutan UMK Halal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bertahan, tetapi
juga sejauh mana pelaku usaha mampu memahami, mengadopsi, dan
memanfaatkan sumber daya secara cerdas dan strategis, serta dibutuhkan peran dari
pemangku kebijakan untuk mendorong peningkatan literasi dan penyediaan
infrastruktur yang berpotensi membantu pelaku usaha agar mampu bertahan dan
tumbuh secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Keberlanjutan Usaha, Literasi Digital, Literasi Keuangan, Teknologi
Keuangan, dan UMK Halal