Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Program Studi KESEHATAN MASYARAKAT
Judul HUBUNGAN KETERPAPARAN MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN HIPOTERMIA PADA PENDAKI GUNUNG DI KOMUNITAS TOMBAK LANGIT ADVENTURE
Tahun 2026
Tanggal Input 20 Aug 2026, 08.16



Abstak

Muhamad Cavan Putra Ramadhan
221107012475

Hipotermia merupakan salah satu risiko kesehatan yang sering dialami pendaki
gunung akibat paparan suhu dingin ekstrem dan kondisi lingkungan yang tidak
mendukung. Pengetahuan mengenai hipotermia menjadi penting agar pendaki
mampu mengenali, mencegah, dan menangani kondisi tersebut secara tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterpaparan media sosial
dengan tingkat pengetahuan hipotermia pada pendaki gunung di Komunitas
Tombak Langit Adventure. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 112 orang, dengan sampel
sebanyak 88 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
pengetahuan tinggi sebanyak 55 orang (62,5%), sedangkan keterpaparan media
sosial paling banyak berada pada kategori rendah sebanyak 35 orang (39,8%). Hasil
uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,461 (p > 0,05), sehingga dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keterpaparan
media sosial dengan tingkat pengetahuan hipotermia pada pendaki gunung di
Komunitas Tombak Langit Adventure. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan responden kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain selain
keterpaparan media sosial, seperti pengalaman mendaki, diskusi komunitas, dan
edukasi informal.
Kata kunci: media sosial, pengetahuan, hipotermia, pendaki gunung.


Hypothermia is one of the health risks commonly experienced by mountain
climbers due to exposure to extreme cold temperatures and unfavorable
environmental conditions. Knowledge about hypothermia is essential so that
climbers can recognize, prevent, and manage the condition properly. This study
aimed to determine the relationship between social media exposure and the level of
hypothermia knowledge among mountain climbers in the Tombak Langit
Adventure Community. This study employed a quantitative method with a cross
sectional design. The study population consisted of 112 individuals, with a sample
of 88 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using a
questionnaire and analyzed using the chi-square test. The results showed that most
respondents had a high level of knowledge, with 55 respondents (62.5%), while
social media exposure was mostly categorized as low, with 35 respondents (39.8%).
The chi-square test produced a p-value of 0.461 (p > 0.05), indicating that there was
no significant relationship between social media exposure and the level of
hypothermia knowledge among mountain climbers in the Tombak Langit
Adventure Community. These findings suggest that respondents’ knowledge may
be influenced by other factors besides social media exposure, such as climbing
experience, community discussions, and informal education.
Keywords: social media, knowledge, hypothermia, mountain climbers.


Preview