Abstak
Siti Khairiyyah Husna
211105010038
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang perlu dijaga, salah satunya
melalui kegiatan menghafal sebagai bentuk penjagaan ayat-ayat suci. Penelitian ini
dilatar belakangi oleh pentingnya hafalan Al-Qur’an dalam menjaga ayat-ayat suci dan
pelaksanaan syariat Islam, yang menjadi fokus utama pendidikan di Maahad Darul
Azhar Wal Hikmah. Fokus penelitian ini meliputi: (1) model program hafalan Al
Qur’an di Maahad Darul Azhar Wal Hikmah, (2) model menghafal Al-Qur’an santri,
(3) faktor pendukung dan penghambat dalam menghafal Al-Qur’an, serta (4) evaluasi
hafalan Al-Qur’an. adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan
model program hafalan Al-Qur’an di Maahad Darul Azhar Wal Hikmah, (2)
mengetahui model menghafal Al-Qur’an santri, (3) menganalisis faktor-faktor
pendukung dan penghambat dalam menghafal Al-Qur’an, dan (4) mengevaluasi
pelaksanaan hafalan Al-Qur’an di Maahad Darul Azhar Wal Hikmah. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis
melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa program tahfizh di Maahad Darul Azhar Wal Hikmah diterapkan
secara sistematis dengan metode talaqqi, musyafahah, sabaq, sabqi, manzil, tikrar, dan
tasmi’ terbuka. Dari 41 santri (31 santri putra, 10 santri putri), 31 santri (21 santri putra,
10 santri putri) menguasai talaqqi, musyafahah, dan sabaq, 25 santri (19 santri putra,
6 santri putri) menguasai sabqi, 20 santri (15 santri putra, 5 santri putri) menguasai
manzil, 23 santri (16 santri putra, 7 santri putri) menguasai tikrar, dan 8 santri (5 santri
putra, 3 santri putri) menguasai tasmi’ terbuka, sementara sisanya belum konsisten.
Keberhasilan hafalan dipengaruhi oleh sinergi faktor internal, seperti motivasi,
disiplin, kesiapan mental, dan penguasaan bahasa Arab, serta faktor eksternal berupa
peran guru, lingkungan kondusif, dukungan keluarga, teman sebaya, metode sistematis,
fasilitas, dan kepemimpinan maahad. Hambatan muncul dari faktor internal berupa
kelelahan, kejenuhan, gangguan konsentrasi, dan keterbatasan kognitif, serta faktor
eksternal berupa jadwal padat, lingkungan kurang kondusif, distraksi media sosial,
keterbatasan guru berkualitas, dukungan orang tua minim, dan metode kurang efektif.
Evaluasi dilakukan berjenjang melalui sabaq, sabqi, manzil, tasmi’, ujian lisan dan
tertulis, sambung ayat, serta penilaian bacaan, kedisiplinan, dan adab, didukung
koordinasi guru, pimpinan, dan orang tua serta program lanjutan seperti persiapan SPM
dan pengiriman santri berprestasi ke Madinah. Program ini efektif, berkelanjutan, dan
mampu meningkatkan kualitas, konsistensi, serta kesiapan mental santri secara
menyeluruh.
Kata Kunci: Model Program, Hafalan Al-Qur’an, Santri.