Abstak
Manusia didalam kehidupannya seringkali menghadapi masalah dalam berkomunikasi.
Terjadinya salah persepsi dalam proses komunikasi adalah wujud dari kegagalan.
Komunikasi persuasif adalah suatu proses dimana seseorang memberikan rangsangan
dalam proses komunikasi baik secara verbal maupun non verbal untuk mempengaruhi
perilaku orang lain. Penelitian ini akan menganalisis proses komunikasi persuasif yang
dilakukan guru dalam membina akhlak siswa kelas IV SDN Harjamukti 2 Depok. Jenis
penelitian ini adalah (field research). Penelitian ini akan dijalankan dengan metode
kualitatif. Lokasi penelitian di SDN Harjamukti 2 Depok. Populasi berupa guru dan
siswa. Pemilihan informan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian yaitu
narasumber berupa wali kelas, Guru PAI, dan 6 siswa kelas IV SDN Harjamukti 2 Depok.
Data primer penelitian ini adalah guru, dan siswa kelas IV SDN Harjamukti 2 Depok.
Data sekunder penelitian ini adalah dokumentasi dan data tertulis. Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan
dengan Triangulasi. Menurut observasi, komunikasi persuasif yang digunakan guru yaitu
dengan cara selalu mengarahkan siswa kelas IV ke jalan yang lebih baik setiap harinya
sebelum proses belajar mengajar berlangsung dan dengan cara tatap muka melalui lisan
dan berlangsung ketika pengajaran agama didalam kelas. Adapun metode yang dapat
digunakan dalam pembinaan akhlak siswa SDN Harjamukti 2 Depok yaitu metode cerita,
metode kasih sayang, metode mengarahkan, dan metode keteladanan. Berdasarkan pada
hasil penelitian observasi dan wawancara, penerapan komunikasi persuasif sangat penting
dilakukan di dalam lingkungan sekolah. Komunikasi persuasif dilakukan dengan cara
selalu mengarahkan siswa ke jalan yang lebih baik setiap harinya sebelumnya proses
belajar mengajar berlangsung dan dengan cara tatap muka melalui lisan dan berlangsung
ketika pengajaran agama didalam kelas. Metode yang paling berpengaruh yaitu metode
cerita, kemudian metode kasih sayang, metode mengarahkan, lalu metode keteladanan.
Keywords: komunikasi persuasif, proses belajar akhlak, siswa