Abstak
Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas
organisasi sektor publik, khususnya pada instansi pemerintah yang memiliki tanggung
jawab dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor dituntut memiliki aparatur yang profesional,
produktif, dan berorientasi pada hasil kerja guna mendukung keberhasilan program
pembangunan desa. Namun, berdasarkan hasil pra-survei ditemukan adanya
permasalahan terkait kompensasi yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan beban
kerja serta motivasi kerja yang cenderung menurun akibat kurangnya apresiasi dan
dorongan kerja. Kondisi tersebut diduga memengaruhi kinerja karyawan. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kompensasi dan motivasi kerja
terhadap kinerja karyawan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten
Bogor, baik secara parsial maupun simultan.Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor. Populasi penelitian
berjumlah 50 karyawan dengan teknik total sampling, sehingga seluruh populasi
dijadikan sampel penelitian sebanyak 50 responden. Analisis data dilakukan
menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM
PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Pengujian meliputi uji outer model yang
terdiri atas uji convergent validity (outer loading), discriminant validity (cross loading),
Average Variance Extracted (AVE), dan composite reliability, serta uji inner model
yang meliputi koefisien determinasi (R-Square) dan pengujian hipotesis melalui path
coefficients.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi yang adil
dan layak mampu meningkatkan kepuasan serta semangat kerja karyawan, sedangkan
motivasi kerja yang tinggi mendorong tanggung jawab, disiplin, dan produktivitas
kerja yang lebih baik. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian
manajemen sumber daya manusia sektor publik, khususnya terkait pengelolaan
kompensasi dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja aparatur pemerintah
daerah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja
karyawan dapat dicapai melalui pengelolaan kompensasi dan motivasi kerja yang
efektif dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan
variabel lain, seperti kepemimpinan, lingkungan kerja, dan budaya organisasi agar
diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang
memengaruhi kinerja karyawan.
Kata Kunci: Kompensasi, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan.