Abstak
Aditia Awalu Fazril
181106041184
Hutan mangrove sering disebut juga sebagai hutan pasang surut, hutan payau atau hutan bakau. Istilah bakau sebenarnya merupakan nama dari salah satu jenis tumbuhan mangrove yaitu Rhizophora sp. Ekosistem mangrove adalah suatu keadaan lingkungan yang ciri khusus dari hutannya memiliki genangan air. Dimana genangan air ini dipengaruhi oleh yang namanya salinitas serta adanya fluktausi ketinggian dari permukaan airnya. Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang pada tahun 2005 mengalami kerusakan yang cukup parah dan menyebabkan terjadinya banjir Rob di Desa Lubuk kertang. Hal ini disebabkan oleh penebangan hutan secara illegal dan konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak dan kebunan sawit. Suatu keadaan ekosistem hutan akan mempengaruhi keadaan kesehatan tegakannya, salah satunya dari serangan hama dan penyakit. Semakin keadaan ekosistem hutan tersebut terganggu, maka akan semakin berpeluang terjadinya serangan hama dan penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan identifikasi daun sehat mangrove di wilayah Lubuk Kertang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatra Utara dengan menerapkan metode Deep Learning yaitu Convolutional Neural Network pada citra daun mangrove. Tahapan penelitian ini terdiri dari pengumpulan dataset, membuat model untuk mengidentifikasi citra daun mangrove. Proses pembuatan model dilakukan dengan bahasa pemrograman Python pada Google Colaboratory yang merupakan Cloud-Based Runtime. Hasil penelitian didapatkan model yang dapat membedakan daun mangrove sakit dan mangrove sehat pada pengujian 40 epoch menghasilkan training akurasi 90%, validation akurasi 88%, dan testing akurasi 88%. Sedangkan pada 50 epoch menghasilkan training akurasi 95%, validation akurasi 78%, dan testing akurasi 94% menunjukan bahwa metode Convolutional Neural Network mampu mengidentifikasi daun mangrove dengan baik.
Kata Kunci : Mangrove, Rhizophora sp, Identifikasi, Lubuk Kertang, Deep Learning, Convolutional Neural Network, Google Colaboratory.