Abstak
Ewa Anissa Hasanna
191107011059
Angka kematian ibu yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Cipaku sebanyak 1 orang di bulan oktober 2022 dan berdasarkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kelurahan Genteng belum mencapai target yaitu sebesar 78,8?ngan target sebesar 100%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan peran gender, pemeriksaan kehamilan dan aksesibilitas dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu hamil di Kelurahan Genteng.
Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel ibu hamil trimester III sebanyak 30 orang, data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Univariat dan Uji Chi Square untuk Bivariat.
Hasil penelitian analisis univariat menunjukan bahwa yang memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan sebesar 25 (83,3%) sedangkan yang memilih bukan tenaga kesehatan sebesar 5 (16,7%). Hasil Uji Chi Square menunjukan bahwa variabel peran gender (p=0,031) dan aksesibilitas (p=0,047) berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan, sedangkan variabel pemeriksaan kehamilan tidak berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan (p=0,405).
Kesimpulan : terdapat dua faktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan yaitu peran gender dan aksesibilitas, sedangkan pemeriksaan kehamilan tidak berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan. Sehingga Tenaga kesehatan perlu meningkatkan penyuluhan yang intensif dan informatif, dan ibu hamil perlu melakukan antenatal care minimal empat kali selama masa kehamilan agar kondisi kesehatan ibu dan janin tetap terjaga sampai dengan persalinan.
Kata Kunci : Penolong Persalinan, Peran Gender, Pemeriksaan Kehamilan, Aksesibilitas