Abstak
ABSTRAK
ANALISIS MISSING LINK JARINGAN JALAN DAN TRAYEK KOTA
TANGGERANG (STUDI KASUS: PENANGANAN MISSING LINK KOTA
TANGGERANG). Tanpa pembaruan kita akan terperangkap pada kesuksesan
masa lalu yang sudah tidak relevan lagi, Berkaitan dengan jaringan jalan dan
pentingnya peranan konektivitas angkutan umum di wilayah kota Tanggerang
muncul permasalahan yang disebut missing link. Tujuan dari penelitian ini ditinjau
dari aspek kinerja jaringan jalan, keterhubungan pusat kegiatan, kawasan TOD dan
simpul transportasi, lalu didapat dengan membebankan Matriks Asal Tujuan
(MAT) ke jaringan jalan. Kecepatan perjalanan antar kota/kabupaten di
Jabodetabek atau asal tujuan Kota Tangerang tidak mencapai target kecepatan 40
km/jam, dan kecepatan antar wilayah dan di dalam wilayah kabupaten/kota di kota
Tangerang. Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi yang memiliki kecepatan
paling rendah, dengan nilai terendah adalah 25,06 km/jam dan 25,39 km/jam.
Sehingga perlunya peningkatan kapasitas jaringan jalan dari dan menuju Kabupaten
Tangerang dan kabupaten Bekasi, untuk kota Tangerang kecepatan rata-rata yang
terjadi di dalam kota tersebut adalah 28,81 km/jam, sehingga perlu di lakukan
peningkatan kapasitas jaringan jalan. Kawasan TOD akan memiliki missing link
jika TOD tersebut tidak terdapat konektivitas dengan simpul angkutan umum
massal berada pada jarak lebih dari 800 meter dan tidak berada pada jalur utama
angkutan massal berkapasitas tinggi, seperti TOD Poris Plawad. Perlunya
penanganan terhadap missing link kawasan TOD jaringan jalan di wilayah
Jabodetabek, terutaman kawasan Poris Plawad – Stasiun Tanah Tinggi.
Kata kunci: TOD, angkutan umum dan kecepatan.