Abstak
HUBUNGAN BEBAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN PENILAIAN
DIRI DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI
CV MAJU AKUARIUM KABUPATEN BOGOR
ROSHALIA FAKHRIYYAH
Stres kerja merupakan bahaya psikososial yang signifikan dalam konteks
kesehatan dan keselamatan kerja. Labour Force Survey (LFS) dalam Health Safety
Executive , 2024 melaporkan bahwa sekitar 776.000 pekerja menderita stres terkait
pekerjaan. Tingkat stres kerja yang tinggi dapat memicu beberapa gangguan seperti
psikologis, fisiologis dan perilaku. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
hubungan beban kerja, lingkungan kerja dan penilaian diri dengan stres kerja pada
pekerja bagian produksi di CV Maju Akuarium, Kabupaten Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cros
sectional. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 60 pekerja bagian
produksi. Analisis data menggunakan uji t-test independent. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner NIOSH Generic Job Stress Questionnaire.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara beban kerja
rendah dan tinggi (p-value = 0,000), lingkungan kerja fisik baik dan buruk (p-value
= 0,001) dan penilaian diri positif dan negatif (p-value = 0,003) terhadap stres kerja
pada pekerja bagian produksi di CV Maju Akuarium Kabupaten Bogor.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara beban kerja,
lingkungan kerja fisik dan penilaian diri terhadap stres kerja pada pekerja. Saran yang
diberikan penulis yaitu Perusahaan menyediakan pelatihan pengembangan diri,
konseling, atau pembinaan mental kepada pekerja, Penyesuaian volume pekerjaan,
rotasi kerja, serta pembagian tugas yang proporsional dan menyediakan waktu
istirahat yang cukup pada pekerja serta melakukan evaluasi kualitas lingkungan
fisik pekerja sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kata Kunci : Stres Kerja, Beban Kerja, Lingkungan Kerja, Penilaian Diri