Abstak
Fenomena fear of missing out (FoMO) sudah cukup menjadi perhatian utama
terutama dikalangan generasi z. Meskipun beberapa penelitian sudah
mengidentifikasi dampak negatif dari FoMO, terdapat kesenjangan dari faktor
faktor gaya hidup dan self-efficacy mengenai pemahaman dan kontribusi apa yang
mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh
antara gaya hidup dan self efficacy terhadap FoMO. Populasi penelitian ini
sebanyak 40 pegawai CV. Sarana Karya Mandiri dengan menggunakan metode
total sampling artinya merupakan teknik pengambilan sampel secara keseluruhan
anggota populasi yang dijadikan sampel dalam penelitian. Teknik ini digunakan
karena jumlah populasi yang berjumlahkan dibawah 100. Sehingga tidak ada
pemilihan Sebagian responden melainkan seluruh populasi diteliti secara
menyeluruh. Analaisis data terdiri dari analisis deskriptif dan inferentif. Hasil
penelitian bahwa rata-rata jawaban responden berada pada skala kurang setuju.
Pegawai CV. Sarana Karya Mandiri lebih mudah mengikuti gaya hidup orang lain
yang sedang up to date dan untuk rasa percaya diri dan keyakinan diri atau self
efficacy dalam bekerja cukup mudah terpengaruh dengan adanya pengaruh dari
orang sekitarnya. Terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya hidup terhadap
FoMO. Terdapat pengaruh yang signifikan antara self efficacy terhadap FoMO.
Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel gaya hidup dan self efficacy
secara bersama-sama terhadap FoMO. Jadi kedua variabel bebas memiliki
pengaruh terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. para pegawai CV. Sarana
Karya Mandiri hendaknya dapat mengendalikan diri dari tren dan media sosial dan
dapat membedakan berbagai hal positif dan negatif yang diberikan oleh media
sosial. Perusahaan dapat memberikan edukasi mengenai gaya hidup , self efficacy
atau kepercayaan diri sendiri dan perihal yang terkait dengan FoMO.
Kata kunci: Gaya hidup, Self-efficacy, FoMO