Abstak
HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN
KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA
PETUGAS KEBERSIHAN DI RUMAH SAKIT PARU DR. M.
GOENAWAN PARTOWIDIGDO CISARUA BOGOR
RIPAN FADLI VIRDAUS
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan pada sistem otot dan
rangka yang sering dialami oleh pekerja dengan aktivitas fisik tinggi, seperti
petugas kebersihan di rumah sakit.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara postur kerja dan beban kerja dengan keluhan musculoskeletal
disorders pada petugas kebersihan di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan
Partowidigdo Cisarua Bogor.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-
sectional. Populasi penelitian terdiri dari 48 petugas kebersihan, dan seluruhnya
dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan
mencakup kuesioner karakteristik responden, Nordic Body Map (NBM) untuk
mengukur keluhan MSDs, formulir REBA untuk menilai postur kerja, serta
pengukuran denyut nadi untuk mengetahui beban kerja fisik. Data dianalisis secara
univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki
postur kerja yang tidak ergonomis dan beban kerja sedang hingga berat. Keluhan
paling sering dirasakan di punggung bawah, leher, dan bahu. Hasil analisis
menunjukkan hubungan yang signifikan antara postur kerja dan keluhan MSDs (p
= 0,000), serta antara beban kerja dan keluhan MSDs (p = 0,000).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan
antara postur kerja dan beban kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders. Oleh
karena itu, disarankan penyesuaian beban kerja guna menekan risiko MSDs dan
meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan tenaga kerja non-medis di
lingkungan rumah sakit.
Kata kunci: Postur Kerja, Beban Kerja, Musculoskeletal Disorders, dan Petugas
Kebersihan