Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fleksibilitas kerja dan insentif
kerja terhadap kinerja driver Bluebird pada era gig economy di Kota Bogor.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan
asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 61
driver Bluebird yang masih aktif beroperasi di Kota Bogor dengan teknik
purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Partial Least Square
Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0
melalui pengujian outer model dan inner model. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa fleksibilitas kerja memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0,143 dengan nilai
t-statistik 1,433 dan p-value 0,076 > 0,05 sehingga tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja driver. Sementara itu, insentif kerja memiliki nilai koefisien jalur
sebesar 0,770 dengan nilai t-statistik 5,949 dan p-value 0,000 < 0,05 sehingga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja driver. Nilai R-Square sebesar
0,730 menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja dan insentif kerja mampu
menjelaskan variabel kinerja driver sebesar 73%, sedangkan sisanya sebesar 27%
dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa insentif kerja menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan
kinerja driver Bluebird pada era gig economy di Kota Bogor.
Kata Kunci: Fleksibilitas Kerja, Insentif Kerja, Kinerja Driver, Gig Economy.