Abstak
Masalah penelitian ini didasari oleh fakta bahwa Program Makan Bergizi
Gratis (MBG) yang diimplementasikan pemerintah pada April 2025 memicu
tanggapan intens di platform media sosial X (Twitter), mencerminkan
polarisasi opini publik yang tajam. Di tengah tingginya eksposur program
tersebut di ruang digital, muncul beragam tanggapan, mulai dari dukungan
antusias hingga kritik tajam yang menyoroti pelaksanaan di lapangan. Untuk
memahami dinamika tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode analisis konten berbasis data media sosial. Data
dikumpulkan melalui teknik crawling menggunakan Python 3 di Google
Colab, menghasilkan 33.213 twit selama periode 1–30 April 2025. Analisis
dilakukan dengan mengklasifikasikan sentimen publik dan memetakan
hubungan antar akun melalui pendekatan Social Network Analysis (SNA)
secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa opini publik terbagi dalam dua
kutub sentimen: positif dan negatif. Twit positif banyak berasal dari akun
dengan pola narasi seragam, yang diduga merupakan bagian dari jaringan
buzzer pendukung pemerintah. Sementara itu, twit negatif umumnya berasal
dari akun pribadi dengan identitas jelas, memuat kritik berbasis pengalaman
langsung, terutama mengenai kasus keracunan, efektivitas distribusi, dan
dugaan penyimpangan anggaran. Pemetaan jejaring sosial memperlihatkan
dua klaster besar dengan interaksi terbatas, menandakan terjadinya polarisasi
opini dan fenomena echo chamber. Temuan ini mengindikasikan bahwa
persepsi publik terhadap MBG tidak sepenuhnya terbentuk melalui diskursus
deliberatif, melainkan juga dipengaruhi oleh praktik komunikasi strategis di
ruang digital.
Kata kunci: Program Makan Bergizi Gratis, tanggapan publik, media sosial,
analisis konten, Social Network Analysis