Abstak
Basma Rifda Albira
221105020732
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian di Thailand,
khususnya di Samutprakan, serta belum optimalnya implementasi hukum Islam
dalam perlindungan anak pasca perceraian di wilayah Muslim minoritas. Penelitian
ini bertujuan menganalisis implementasi hukum Islam dalam penanganan anak
pasca perceraian di Samutprakan Islamic School. Metode yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif melalui studi kasus dan studi pustaka, dengan data diperoleh
dari wawancara terhadap guru, wakil kepala sekolah, dan orang tua, serta didukung
literatur dan dokumen hukum terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
implementasi hukum Islam tercermin dalam pembagian tanggung jawab orang tua,
yaitu pengasuhan oleh ibu dan pemenuhan nafkah oleh ayah, serta peran sekolah
dalam memberikan pendampingan emosional dan pembinaan keagamaan. Sekolah
berfungsi sebagai lingkungan pendukung melalui pendekatan personal dan
penguatan nilai-nilai Islam. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber
daya dan waktu guru, kurang optimalnya kerja sama orang tua, serta belum
meratanya pemahaman guru mengenai prinsip hukum Islam. Secara keseluruhan,
prinsip maqashid syari’ah telah diimplementasikan selaras dengan kerangka hukum
Islam di Thailand, meskipun masih memerlukan penguatan program yang lebih
terstruktur.
Kata Kunci: Implementasi Hukum Islam, Anak Pasca Perceraian, Sekolah Islam.
This study is motivated by the high divorce rate in Thailand, particularly in
Samutprakan, and the less-than-optimal implementation of Islamic law in
protecting children after divorce within Muslim minority communities. The research
aims to analyze the implementation of Islamic law in handling children affected by
divorce at Samutprakan Islamic School. The method employed is a qualitative
approach through case study and literature review. Data were collected through
interviews with teachers, the vice principal, and parents, supported by relevant
literature and legal documents. The findings indicate that the implementation of
Islamic law is reflected in the division of parental responsibilities, namely child
custody by the mother and financial support by the father, as well as the school’s
role in providing emotional assistance and religious guidance. The school functions
as a supportive environment through personal approaches and the reinforcement of
Islamic values. The main challenges include limited teacher resources and time,
insufficient parental cooperation, and uneven understanding among teachers
regarding Islamic family law principles. Overall, the principles of maq??id al
shar?‘ah have been implemented in line with the framework of Islamic law in
Thailand, although further program strengthening is still required.
Keywords: Implementation of Islamic Law, Post-Divorce Children, Islamic School