Abstak
MISSING LINK KABUPATEN BOGOR (Studi Kasus : Penanganan Missing
Link Kabupaten Bogor). Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten di
Provinsi Jawa Barat, dengan pusat pemerintahan terletak di Kecamatan Cibinong.
Kabupaten Bogor terdiri atas 40 kecamatan, yang mana 40 kecamatan ini
merupakan hasil komulatif setelah adanya pemekaran 5 kecamatan di tahun 2005
yaitu Kecamatan Leuwisadeng yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan
Leuwiliang, Kecamatan Tanjungsari hasil pemekara dari Kecamatan Cariu,
Kecamatan Cigombong hasil pemekaran dari Kecamatan Cijeruk, Kecamatan
Tajunghalang hasil pemekaran dari Kecamatan Bojonggede dan Kecamatan
Tenjolaya hasil pemekaran dari Kecamatan Ciampea. Secara geografis Kabupaten
Bogor terletak antara 6° 18? 0” - 6° 47? 10” LS dan 106° 23? 45” - 107° 13? 30”
BT. Secara morfologi Kabupaten Bogor memiliki tiper morfologi yang bervariasi
dari daratan yang relatif rendah dibagian utara hingga dataran tinggi dibagian
selatan. Kabupaten Bogor memiliki luas wilayah sebesar ±2.663,81 km2 , secara
luas wilayah Kecamatan Jasinga merupakan kecamatan yang paling luas yaitu
208,06 km2 dan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan
Ciomas dengan luas 16,30 km2. Berdasarkan data BPS Kabupaten Bogor dalam
angka tahun 2018 jumlah penduduk di Kabupaten Bogor pada tahun 2017 sebesar
5.715.009 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.92.288 jiwa dan
penduduk perempuan sebanyak 2.795.721 jiwa dengan sex ratio 104,49 yang
artinya sebanyak 104 penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan.
Kabupaten Bogor memiliki kepadatan penduduk mencapai 2.145 jiwa/km2, dan
laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2016-2017 sebesar 2,28%. Berkaitan
dengan pentingnya peranan jaringan jalan dan konektivitas angkutan umum di
wilayah Kabupaten Bogor muncul permasalah yang di sebut missing link. Tujuan
dari penelitian ini ditinjau dari aspek kinerja jaringan jalan, keterhubungan pusat
kegiatan, kawasan TOD dan simpul transportasi, lalu didapat dengan
membebankan Matriks Asal Tujuan (MAT) ke jaringan jalan dengan bantuan
Software pemodelan transportasi menggunakan Saturn. Kecepatan perjalanan
antar kota/kabupaten di Jabodetabek atau asal tujuan Kabupaten Bogor tidak
mencapai target kecepatan 40 km/jam, untuk Kabupaten Bogor kecepatan rata
rata yang terjadi di dalam kabupaten tersebut adalah 34,77 km/jam, sehingga perlu
di lakukan peningkatan kapasitas jaringan jalan. Kawasan TOD akan memiliki
missing link jika TOD tersebut tidak terdapat konektivitas dengan simpul
angkutan umum massal berada pada jarak lebih dari 800 meter dan tidak berada
pada jalur utama angkutan massal berkapasitas tinggi, seperti TOD Cibinong.
Perlunya penanganan terhadap missing link kawasan TOD jaringan jalan di
wilayah Jabodetabek, terutaman kawasan Cibinong.
Kata Kunci : TOD (Transit Oriented Development) , Angkutan Umum , dan
Kecepatan.