Abstak
Novita Apriani Rahman
221107012497
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) merupakan salah satu upaya promotif
dan preventif yang dilaksanakan pemerintah melalui deteksi dini kondisi kesehatan
masyarakat. Program ini mulai diimplementasikan secara nasional pada tahun 2025 sebagai
bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
gambaran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Bojonggede berdasarkan
aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Rapid Assesment
Procedure. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik Observasi, Teknik Wawancara
dan Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta
penarikan kesimpulan. Peilihan informan menggunakan teknik Purposive sampling dan
snowball sebanyak 16 Informan. Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Bojonggede.
Temuan hasil penelitian implementasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di
Puskesmas Bojonggede ditemukan aspek komunikasi yang efektif yang dilakukan secara
berjenjang, jelas dan konsisten, disposisi pelaksana yang berkaitan dengan keberadaan SK tim
yang jelas sehingga pelaksana menujukan respons yang positif, serta struktur birokrasi
didukung oleh SOP sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan dan SK yang menjadi penetapan
pelaksana yang bertanggung jawab. Kendala utama terdapat pada aspek sumber daya, terutama
keterbatasan sumber daya manusia.
Implementasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas Bojonggede telah
berjalan cukup baik, namun masih menghadapi kendala pada aspek sumber daya. Oleh karena
itu, diperlukan penguatan sumber daya, optimalisasi pelaksanaan program, dan peningkatan
partisipasi masyarakat guna mendukung keberlangsungan dan efektivitas program.
Kata kunci: Implementasi Program, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Pelayanan Kesehatan
Primer
The Free Health Check Program (Pemeriksaan Kesehatan Gratis/PKG) is one of the
government's promotive and preventive health initiatives aimed at improving community
health through the early detection of health conditions. The program was implemented
nationwide in 2025 as part of the Quick Win Program (Program Hasil Terbaik Cepat/PHTC).
This study aimed to describe the implementation of the Free Health Check Program at the
Bojonggede Community Health Center based on the aspects of communication, resources,
disposition, and bureaucratic structure.
This study employed a qualitative approach using the Rapid Assessment Procedure
(RAP). Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were
analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Informants were selected
through purposive and snowball sampling techniques, involving 16 participants.
The findings showed that the implementation of the Free Health Check Program was
supported by effective communication that was hierarchical, clear, and consistent. The
implementers demonstrated a positive disposition, supported by a clear team assignment
decree. The bureaucratic structure was strengthened by Standard Operating Procedures (SOPs)
and official decrees defining the responsibilities of program personnel. However, the
implementation still faced challenges related to limited human resources.
Overall, the implementation of the Free Health Check Program at the Bojonggede
Community Health Center has been carried out effectively. Nevertheless, strengthening human
resources, optimizing program implementation, and enhancing community participation are
necessary to ensure the sustainability and effectiveness of the program.
Keywords: Free Health Check, Primary Health Care, Program Implementation