Abstak
“FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN
MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA BAGIAN PICK UP PT.
JNE CABANG UTAMA BOGOR TAHUN 2025”
DIZA AMELIA PUTRI
Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu gangguan kerja yang
umum dialami oleh pekerja di sektor logistik. Data Riskesdas (2018) melampirkan
jumlah kasus penyakit MSDs terbanyak di Indonesia dengan jumlah 131.846 kasus di
Provinsi Jawa Barat. Pekerja pada bagian Pick Up di PT. JNE Cabang Utama Bogor
memiliki risiko tinggi mengalami MSDs akibat aktivitas fisik yang berat seperti
mengangkat dan membawa paket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja bagian Pick Up. Jenis penelitian ini
adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 82 orang pekerja,
dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Nordic Body
Map (NBM), dan analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi
square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 82 responden, sebagian besar
mengalami keluhan MSDs di bagian punggung bawah, bahu, dan leher. Variabel umur
menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan MSDs (P=0,041). Variabel
Postur Kerja menunjukam tidak ada hubungan yang signifikan dengan keluhan MSDs
(P=0,620). Variabel IMT menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan
keluhan MSDs (P=0,128). Variabel Kebiasaan Merokok menunjukkan tidak ada
hubungan yang signifikan dengan keluhan MSDs (P=0,404). Kesimpulan penelitian ini
menunjukkan bahwa postur kerja (REBA) sebagian besar pekerja berada pada skor
sedang hingga tinggi, namun tidak berhubungan signifikan dengan keluhan MSDs.
Selain itu, IMT dan kebiasaan merokok, setelah diuji ulang dan kategori disederhanakan,
tetap tidak berhubungan signifikan dengan keluhan MSDs.
Kata kunci: Postur kerja, Umur, Indeks Massa Tubuh (IMT), Kebiasaan merokok,
Musculoskeletal Disorders (MSDs), Pekerja Pick Up, PT. JNE