Abstak
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI
DI WILAYAH KOTA BOGOR (Studi Kasus: Bogor Barat). Berjalan kaki
merupakan cara yang paling cepat untuk menyelesaikan perjalanan pendek di
daerah perkotaan. Tradisi berjalan kaki moda transportasi mempunyai banyak
keuntungan. Selain itu juga mempunyai manfaat sosial sebagai tempat pertemuan
individu- individu sehingga terjadi interaksi sosial. Kondisi fasilitas pejalan kaki
di Kota Bogor, khususnya Bogor Barat perlu diadakan evaluasi untuk mengtahui
apakah faslitasnya sudah sesuai dengan standar atau belum. Tujuannya untuk
mendapatkan kinerja fasilitas pejalan kaki dan data tingkat layanan fasilitas
pejalan kaki di wilayah Bogor Barat. Namun untuk pelayanan fasilitas pejalan
kaki di jl. Brigjen Saptadji, jl. Cilendek Baru, jl. Dr.Semeru, jl. Mayjen Ishak
Djuarsa, jl. Gunung Batu, Jl. Dramaga dan jl. Ibrahim Adjie yang merupakan
jalan nasional dan jalan kota di bagian Bogor Barat. Dari hasil survey yang telah
dilakukan selama 1(satu) jam pada 1 hari di hari kerja dan 1 jam pada 1 hari di
hari libur untuk 7 ruas jalan tersebut, didapatkan: kondisi fasilitas pejalan kaki
yang paling buruk berada di jl. Cilendek Baru dengan kondisi kurang baiknya
50?n kondisi tidak baik 50%, volume pejalan kaki tertinggi pada hari kerja
dan libur di jl. Dramaga serta untuk pejalan kaki terendah pada hari libur dan hari
kerja di jl. Mayjen Ishak Djuarsa dan untuk tingkat pelayanan trotoar yang paling
rendah itu di jl. Cilendek Baru dengan hasil LOS E pada waktu hari kerja dan LOS
F hari libur. Berdasarkan hasil evaluasi diatas diberikan rekomendasi diantaranya:
sebaikannya diadakan penertiban bagi pedagang kaki lima yang berdagang di area
pedestrian, penambahan fasilitas-fasilitas untuk pedestrian, pedestrian yang sudah
mengalami kerusakan sebaiknya pemerintah kota melakukan penataan ulang agar
pejalan kaki nyaman.
kata kunci: pelayanan fasilitas pejalan kaki, Perhitungan fasilitas.