Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
Program Studi TEKNIK MESIN
Judul ANALISIS KEKUATAN KONSTRUKSI MESIN TEKAN HIDROLIK KAPASITAS TEKAN KERJA 30 BAR
Tahun 2010
Tanggal Input 26 Aug 2025, 10.58



Abstak

KUSWOYO
E21E030691


Penelitian terhadap kekuatan konstruksi mesin tekan hidrolik dilakukan
untuk mengukur sejauh mana tingkat kekuatan dan keamanan
perencanaan konstruksi ketika proses penekanan.
Tekanan maksimum sebesar 30 Bar atau setara dengan 30x105 N/m2 yang
dihasilkan silinder hidrolik menghasilkan gaya-gaya pembebanan, sehingga
dengan memperoleh nilai gaya kerja sistem hidrolik diperoleh nilai gaya
pembebanan pada mekanisme cetakan (box dies), ketika proses penekanan benda
kerja. Diperoleh pula nilai kekuatan konstruksi rangka akibat pengaruh
mekanisme kerja hidrolik dan pengaruh beban statis. Metode yang dilakukan
meliputi (1) menghitung gaya kerja sistem hidrolik, (2) menghitung gaya
pembebanan pada mekanisme cetakan (box dies) dan (3) menghitung kekuatan
konstruksi rangka. Diperoleh gaya kerja sistem hidrolik ketika langkah maju,
dimana {Fru,t): 23550 N dan ketika langkah mundur, dimana diperoleh (Ft u,j,) -
6540 N. Gaya yang bekerja pada mekanisme cetakan(box dies), adalah gaya kerja
yang terdistribusi pada keempat dinding, dimana (Fa) - 5887,5 N, dengan (M rn"r"i*ur)
: 2943,8 N dun (o1) yang terjadi : 40,6 x 106 N/m Untuk kekuatan
konstruksi pada rangka diperoleh gaya yang bekerja {F-ru,t) : l2O2O N, reaksi
gaya yang terjadi (Rn: /ta) : 12020 N, (M1-,1o;-,r) : (Ma: Mn : O), (M, - Ao) :
AOif Nn" dengan (ot):17,5 x 106 N/m2, dengan (4):69 " 106 N/m2 dan
defleksi (Y*,,): 1,6 x 104 m, diperoleh tebal tiang penyangga yang seharusnya,
sebesar (6.) :26 x 10-3 m, dengan pengaruh pembebanan geser (or) sambungan las
: 6,1 x 105 N/m2 dan (q) : 47 x La6 N/m2. Berdasarkan hasil perhitungan
disimpulkan, bahwa (1) diperoleh dua kondisi dari proses kerja hidrolik akibat
perbedaan luas penampang yang bekerja, yaitu kondisi ketika langkah maju dan
Kondisi ketika langkah mundur; (2), pembebanan yang terjadi pada mekanisme
cetakan diakibatkan oleh gaya kerja yang terdistribusi pada keempat dinding
cetakarg dengan pengaruh pembebanan terbesar terletak pada mekanisme
pengunci cetakan; (3) hasil analisis untuk perhitungan kekuatan konstruksi pada
bagian rangka yang menerima pembebanan terbesar adalah rangka atas batang
frame plat penampang hidrolik, diperoleh defleksi mendekati nol sehingga
penggunaan bahan dengan dimensi tersebut dianggap aman dan diperoleh
tegangan lentur yang terjadi lebih kecil dari tegangan lentur yang diizinkan
(ot (-6s) sehingga perhitungan yang diperoleh sesuai dengan prosedur.
Kata-kata kunci: konstruksi, Daya kerja hidrolik, mesin tekan.