Abstak
Dendi Setiawan
1811106021211
Perkembangan teknologi pada bidang transportasi di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat. Semakin meningkatnya jumlah kendaraan mengakibatkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat juga. Hal ini memicu pengembangan penggunaan energi listrik pada sistem transportasi sebagai alternatif pengganti BBM, yaitu dengan diproduksinya mobil listrik.Kenyamanan berkendara adalah suatu hal yang sangat di perlukan oleh para pengguna kendaraan. Pengukuran getaran adaah salah satu cara yang dapat di lakukan untuk memantau tingkat kenyamanan di dalam berkendara dan lebih jauh lagi dengan Analisa getaran. Sistem suspensi merupakan komponen utama dari kendaraan. Syarat dari sistem suspensi yang baik adalah mampu mengurangi Perhitungan dan perpindahan arah vertikal yang diakibatkan oleh kontur jalan yang diterima oleh ban. Desain suspensi bergantung pada jenis dan penggunaan kendaraan. Untuk mengembangkan suspensi hingga sesuai dengan permintaan diperlukan pengujian baik secara langsung pada kendaraan atau pengujian di laboratorium. Untuk pengujian sistem suspense ini yaitu bagaimana menghitung rasio amplitudo antara.mobil pada jalan di berbagai Perhitungan dan bagaimana menghitung perbandingan amplitude antara hasil pengukuran dan perhitungan. Dari kesimpulan perhitungan Perhitungan,amplitudo dan frekuensi getaran yaitu kecepatan speed 1,2,3 dengan massa 80 yaitu 1,9 km/h 2,5km/h 3,9km/h,massa 100 1,6 km/h 1,9km/h 2,5km/h,massa 120 1,0km/h 1,3km/h 2,7km/h. Untuk hasil amplitudo yaitu 45,1 44,2 41,2. Dan untuk frekuensi massa 90 yaitu 0,897, 0,998, 1,4. Untuk massa 100 yaitu 0,992, 0,995, 1,0.
Kata Kunci : Mobil Listrik Otonom, Suspense , Kecepatan, Amplitudo,Frekuensi Getaran