Abstak
ABSTRAK
Yuli Sartika Dewi (191105030152), “Storytelling Pesan Dakwah Dalam Novel Surga Yang Tak
Dirindukan 2 Karya Asma Nadia” Dibimbing oleh Asep Gunawan dan Indry Nirma Yunizul
Pesha. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn
Khaldun Bogor.
Novel ialah salah satu wujud nyata dari imajinasi manusia untuk mengutarakan buah pikiran,
pandangan, inspirasi serta menyampaikan pesan. Dalam novel, tentu ada peran storytelling
sebagai pembawa alur perjalanan suatu cerita menjadi lebih menarik dengan potret nyata
kehidupan, yang kemudian dirangkai menjadi cerita dilengkapi dengan nilai-nilai positif untuk
mengutarakan pesan. Penelitian ini menggunakan metode Library Reasearch, yakni penelitian
dengan pencarian data dengan bersumber pada karya tertulis yang telah ada sebelumnya.
Penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana storytelling dan pesan dakwah yang termuat
dalam novel surga yang tak dirindukan 2, dengan menggunakan analisis wacana Teun a Van Djik.
Elemen analisis yang dipaparkan oleh Van Djik dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni struktur
makro, superstruktur dan struktur mikro. Berdasarkan analisis penelitian, ditemukan storytelling
yang terbilang cukup baik, dilihat dari tema-tema yang dibangun dalam novel surga yang tak
dirindukan 2. Seperti tema tentang keislamaan, kekeluargaan, pengalaman, jiwa kemanusiaan,
dan inspirasi. Ditemukan juga, beragam pesan dakwah dalam novel tersebut yang meliputi kaitan
dengan Allah dan kaitan dengan manusia. Diantaranya, anjuran berbuat baik, menghindari zina,
mempertahankan keikhlasan, anjuran bertaubat, hakikat poligami, menutup aurat, dan menerima
takdir. Adapun hikmah yang dapat dipetik dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 adalah,
Allah memberi ujian hamba-Nya sesuai dengan takaran kesanggupan, manusia tidak akan bisa
menghindar dari segala ketetapan Allah, dan yang terakhir yakni, husnudzon kepada Allah.
Kata Kunci: Bercerita, Pesan Dakwah, Novel Surga Yang Tak Dirindukan 2, Analisis Wacana
ABSTRACT
Yuli Sartika Dewi (191105030152), "Storytelling of Da'wah Messages in the Novel Heaven That
Is Not Missed 2 by Asma Nadia" Supervised by Asep Gunawan and Indry Nirma Yunizul Pesha.
Islamic Communication and Broadcasting Study Program, Faculty of Islamic Religion, Ibn
Khaldun University Bogor.
Novels are a real form of human imagination to express thoughts, views, inspiration and convey
messages. In novels, of course there is a role of storytelling as the carrier of a story's journey to
make it more interesting with real life portraits, which are then assembled into a story equipped
with positive values to convey the message. This research uses the Library Research method,
namely research by searching for data based on previously existing written works. The research
aims to understand the storytelling and preaching messages contained in the novel Heaven Not
Missed 2, using Teun a Van Djik's discourse analysis. The analysis elements explained by Van
Djik are divided into three levels, namely macro structure, superstructure and micro structure.
Based on research analysis, it was found that the storytelling was quite good, judging from the
themes developed in the novel Heaven that is not missed 2. Such as themes about Islam, kinship,
experience, the human spirit, and inspiration. It was also found that various preaching messages
in the novel included relationships with God and relationships with humans. Among them,
recommendations for doing good deeds, avoiding adultery, maintaining sincerity,
recommendations for repentance, the nature of polygamy, covering one's private parts, and
accepting destiny. The lesson that can be learned in the novel Heaven That Is Not Missed 2 is that
Allah tests His servants according to the measure of ability, humans will not be able to avoid all
of Allah's decrees, and finally, husnudzon to Allah.
Keywords: Storytelling, Preaching Messages, Novel Heaven That Is Not Missed 2, Discourse
Analysis