Abstak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan komunikasi akibat perbedaan bahasa
dan budaya yang dihadapi mahasiswa KKN Internasional saat berinteraksi dengan
masyarakat lokal. Google Translate menjadi salah satu alat bantu yang digunakan,
namun pengaruhnya terhadap penyesuaian komunikasi antarbudaya belum
diketahui secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk
komunikasi dan interaksi mahasiswa, mengetahui tingkat intensitas penggunaan
Google Translate, mengetahui tingkat penyesuaian komunikasi antarbudaya, serta
menganalisis pengaruh intensitas penggunaan Google Translate terhadap
penyesuaian komunikasi antarbudaya mahasiswa KKN Internasional. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data
dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 mahasiswa KKN Internasional yang
memenuhi kriteria penelitian. Variabel bebas adalah intensitas penggunaan Google
Translate (indikator: frekuensi dan kedalaman penggunaan), sedangkan variabel
terikat adalah penyesuaian komunikasi antarbudaya berdasarkan tiga dimensi
Communication Accommodation Theory, yaitu Approximation, Discourse
Management, dan Interpretability. Analisis data menggunakan statistika deskriptif
dan regresi linier sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tingkat intensitas penggunaan Google Translate
berada pada kategori tinggi. Sementara itu, tingkat penyesuaian komunikasi
antarbudaya mahasiswa berada pada kategori sedang. Hasil analisis regresi
menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Google Translate memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap penyesuaian komunikasi antarbudaya, dengan
koefisien regresi sebesar 1,017, nilai t hitung = 7,329 > t tabel = 1,984, nilai
signifikansi p < 0,001, serta nilai R Square sebesar 0,354 yang berarti variabel ini
menjelaskan 35,4% variasi penyesuaian komunikasi antarbudaya.
Kata Kunci: Google Translate, Komunikasi Antarbudaya, KKN Internasional,
Communication Accommodation Theory (CAT)