Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Program Studi KESEHATAN MASYARAKAT
Judul NFAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK HIGIENE MENSTRUASI IBU RUMAH TANGGA MAJELIS TAKLIM X DESA SASAK PANJANG
Tahun 2026
Tanggal Input 29 Sep 2026, 10.40



Abstak

Praktik higiene menstruasi yang tidak memadai merupakan faktor risiko
infeksi saluran reproduksi yang masih banyak diabaikan, khususnya pada
perempuan dewasa di komunitas pedesaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik higiene menstruasi
pada ibu rumah tangga Majelis Taklim X Desa Sasak Panjang, Kecamatan
Tajurhalang, Kabupaten Bogor tahun 2026.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross
sectional. Seluruh anggota aktif Majelis Taklim X yang memenuhi kriteria inklusi
dijadikan sampel menggunakan metode total sampling sehingga diperoleh 54
responden. Data dikumpulkan secara primer melalui pengisian kuesioner
terstruktur secara luring dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta Fisher's
Exact Test. Variabel dependen adalah praktik higiene menstruasi. Variabel
independen meliputi faktor predisposisi (pengetahuan dan sikap), faktor pemungkin
(ketersediaan sarana higiene menstruasi dan status sosial ekonomi), serta faktor
penguat (dukungan keluarga dan keterpaparan informasi), berdasarkan kerangka
teori PRECEDE-PROCEED (Green & Kreuter, 2005).
Hasil penelitian menunjukkan 68,5% responden memiliki praktik higiene
menstruasi yang baik, namun ditemukan kelemahan menonjol: 63,0% responden
masih mencuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang. Hasil analisis bivariat
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara
pengetahuan (p=0,249), sikap (p=0,547), ketersediaan sarana (p=0,394), status
sosial ekonomi (p=0,887), dukungan keluarga (p=0,609), dan keterpaparan
informasi (p=0,669) dengan praktik higiene menstruasi pada tingkat kepercayaan
95% (?=0,05).
Meskipun tidak ada variabel yang bermakna secara statistik kemungkinan
akibat keterbatasan ukuran sampel ditemukan masalah praktis yang penting dan
memerlukan intervensi segera. Puskesmas Tajurhalang dan pengurus Majelis
Taklim X disarankan untuk mengintegrasikan edukasi pengelolaan limbah
menstruasi yang benar ke dalam kegiatan pengajian rutin, serta memprioritaskan
pengadaan tempat sampah bertutup di kamar mandi rumah tangga melalui program
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Kata kunci: Higiene Menstruasi, Ibu Rumah Tangga, Majelis Taklim
Bahan bacaan: 5 buku, 28 jurnal, tahun (2015 – 2025)


Preview