Abstak
Mya Putritama Widyowati
191107011085
Rokok merupakan produk tembakau yang menghasilkan asap yang mengandung bahan kimia yang memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan. Dampak kesehatan akibat merokok memberikan faktor risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM) sering disebut sebagai penyakit kronis yang berhubungan dengan gaya hidup (Kemenkes, 2017). Metode penelitian ini menggunakan teknik sampling nonprobability sampling dengan teknik pengambilan sampel bersifat purposive dan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Persepsi perceived susceptibility informan menyatakan tidak merasa rentan mengalami penyakit akibat rokok terhadap persepsi kesulitan berhenti merokok. 2. Persepsi
perceived severity informan menyatakan tidak merasa dampak negatif penyakit akibat merokok terhadap persepsi kesulitan berhenti merokok. 3. Persepsi perceived benefit didapatkan sebagian dari informan perokok memiliki persepsi manfaat dari risiko akibat merokok untuk tubuh. 4. Persepsi perceived barriers informan perokok memiliki persepsi sulit untuk berhenti merokok. Saran agar dapat menetapkan kebijakan-kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) harus benar-benar ditindak tegas sesuai dengan sanksi yang telah ditetapkan, karena untuk saat ini Peraturan Kawasan Tanpa Rokok tersebut belum diterapkan sebagaimana mestinya.
Kata Kunci : Persepsi, Berhenti Merokok, Health Belief Model