Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
Program Studi MANAJEMEN
Judul PERBANDINGAN KINERJA INVESTASI EMAS DAN BITCOIN SEBAGAI INVESTASI ALTERNATIF : EVALUASI BERDASARKAN METODE SHARPE RATIO
Tahun 2025
Tanggal Input 01 Aug 2025, 13.56



Abstak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja investasi emas dan bitcoin
sebagai instrumen investasi alternatif dengan menggunakan metode Sharpe ratio
untuk mengevaluasi efisiensi risiko-imbal hasil. Latar belakang penelitian
didasarkan pada meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, khususnya
pada aset tradisional seperti emas dan aset digital seperti bitcoin, yang memiliki
karakteristik risiko dan return yang sangat berbeda. Emas dikenal dengan stabilitas
harga, sementara bitcoin menawarkan potensi return tinggi namun dengan
volatilitas yang ekstrem. Penelitian ini menjawab tiga pertanyaan utama: (1)
Bagaimana perbedaan risk dan return antara emas dan bitcoin? (2) Bagaimana
kinerja Sharpe Ratio kedua instrumen tersebut? (3) Apakah bitcoin dapat menjadi
alternatif investasi yang lebih baik dibandingkan emas dalam jangka panjang?
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan time
series selama periode Januari 2021 hingga Maret 2025. Data harga emas dan bitcoin
diperoleh dari Investing.com, kemudian diolah untuk menghitung return, risiko
(standar deviasi), dan Sharpe Ratio. Uji statistik meliputi uji normalitas
Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis non-parametrik
Mann-Whitney U untuk membandingkan perbedaan signifikan antara kedua
instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan
signifikan dalam return (p-value 0,585 > 0,05) dan Sharpe ratio (p-value 0,761 >
0,05) antara emas dan bitcoin. Namun, risiko bitcoin secara signifikan lebih tinggi
(p-value 0,000 < 0,05), mengindikasikan bahwa bitcoin memberikan
kompensasi return yang proporsional terhadap risikonya, meskipun dengan
volatilitas yang jauh lebih besar. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa emas
tetap menjadi pilihan yang lebih unggul untuk investasi jangka panjang bagi
investor yang mengutamakan stabilitas, sementara bitcoin cocok untuk investor
dengan profil risiko tinggi yang mencari potensi return besar dalam jangka pendek.
Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya diversifikasi portofolio dengan
mempertimbangkan toleransi risiko dan tujuan investasi. Saran untuk penelitian
selanjutnya termasuk memperluas periode pengamatan, menambahkan instrumen
investasi lain, serta mengintegrasikan pendekatan kualitatif untuk memahami
faktor-faktor subjektif dalam pengambilan keputusan investasi.
Kata kunci: Emas, Bitcoin, Sharpe Ratio, Risiko Investasi, Imbal Hasil.