Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi kinerja
keuangan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai representasi lembaga
pemerintah, dan Dompet Dhuafa sebagai representasi Lembaga Amil Zakat (LAZ)
berbasis masyarakat sipil selama periode 2020–2024. Latar belakang penelitian ini
didasarkan pada adanya kesenjangan yang besar antara potensi zakat nasional yang
mencapai Rp327 triliun dengan realisasi penghimpunan aktualnya, sehingga diperlukan
optimalisasi pengamanan dan pengelolaan dana umat yang akuntabel. Metode penelitian
yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif komparatif dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang dianalisis berupa
laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh kedua lembaga. Pengukuran kinerja
keuangan dilakukan melalui dua model pendekatan utama, yaitu model rasio kinerja
keuangan menurut Ritchie & Kolodinsky (dukungan publik, efisiensi penggalangan dana,
dan efisiensi program) serta model Indeks Kesehatan Lembaga Pengelola Zakat (IKLPZ).
Pengujian hipotesis dilakukan secara statistik menggunakan metode inferensial ANOVA
Two-Factor Without Replication. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kedua
lembaga memiliki keunggulan relatif yang berbeda tergantung pada indikator yang
digunakan. Dompet Dhuafa cenderung lebih unggul dalam aspek dukungan publik karena
fleksibilitas kelembagaannya, sementara BAZNAS RI memiliki keunggulan kompetitif
dalam aspek pertumbuhan penghimpunan dana berkat dukungan regulasi pemerintah.
Namun demikian, hasil uji hipotesis makro menggunakan uji ANOVA menghasilkan
nilai P-value sebesar 0,424422 untuk rasio Ritchie & Kolodinsky dan 0,082115 untuk
IKLPZ. Karena kedua nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 (P-value > 0,05),
secara statistik disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efisiensi kinerja keuangan
yang signifikan secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan bahwa terlepas dari adanya
variasi keunggulan fluktuatif di tingkat operasional harian, secara makro kedua lembaga
pengelola zakat ini berada pada tingkat kesetaraan efisiensi dan kapasitas kinerja
keuangan yang seimbang selama periode 2020–2024.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, BAZNAS RI, Dompet Dhuafa, Efisiensi, IKLPZ