Abstak
Ajie Galih Pangestu
131105120639
Transportasi merupakan kegiatan yang berperan sebagai urat nadi pembangunaan
dan perekonomian suatu daerah. Kondisi di Kota Bogor dapat dilihat dari adanya berbagai titik kemacetan didalam kota Bogor pada beberapa ruas jalan, serta banyaknya angkutan kota yang beroperasi, ada 3 rute angkutan kota yang melayani lokasi strategis diantarannya angkutan kota trayek 10 (Cimanggu Permai - Pasar Anyar), 17 (Salabenda - Pasar Anyar) dan 24 (Pondok Rumput - Pasar Anyar).
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kinerja angkutan dan tingkat pelayanan
angkutan kota. Untuk itu lah perlu adnya evaluasi dengan menggunakan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum di Wilayah Perkotaan dalam trayek tetap dan teratur untuk penentuan jumlah armada angkutan kota serta SK Dirjen 687/2002 dan parameter standar World Bank untuk mengetahui tingkat pelayanan angkutan kota. Dengan peraturan tersebut didapatkan hasil untuk jumlah faktor muat pada tahun 2017 lebih besar dibandingkan tahun 2014, untuk trayek 10 sebesar 83,33% trayek 17 sebesar 100?n trayek 24 sebesar 95,83%, untuk faktor muat angkutan kota trayek 10, 17 dan 24 sudah memenuhi standar sesuai dengan parameter yang digunakan.
Kata kunci: Evaluasi, Kinerja, Angkutan Kota, Pelayanan.