Abstak
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian
pada balita. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) merupakan strategi
pelayanan kesehatan untuk meningkatkan deteksi dan penanganan penyakit pada
balita, termasuk pneumonia. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi
MTBS dalam penanganan pneumonia pada balita di Puskesmas Tegal Gundil Kota
Bogor Tahun 2026 berdasarkan aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan
struktur birokrasi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Rapid
Assessment Procedure (RAP). Informan berjumlah 13 orang yang terdiri dari
kepala puskesmas, penanggung jawab program MTBS, dokter pemeriksa, dan
orang tua balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
telaah dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MTBS dalam
penanganan pneumonia balita secara umum telah berjalan cukup baik. Komunikasi,
sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi telah mendukung pelaksanaan
MTBS. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti perbedaan pemahaman
diagnosis pneumonia, tingginya beban kerja petugas, ketidakkonsistenan
pelaksanaan beberapa prosedur MTBS, serta pencatatan dan dokumentasi
pelayanan yang belum optimal.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi MTBS dalam
penanganan pneumonia balita di Puskesmas Tegal Gundil telah berjalan cukup baik
dan xebagian besar sesuai dengan pedoman MTBS, namun masih diperlukan
peningkatan konsistensi pelaksanaan dan kelengkapan pencatatan pelayanan.
Kata Kunci: Implementasi, MTBS, Penanganan Pneumonia Balita
Bahan Bacaan: 4 Buku, 8 Jurnal, 9 Artikel/Website ilmiah, (2014-2025)