Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh beban
pajak tangguhan dan cash effective tax rate (CETR) terhadap persistensi laba pada
perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode
pengamatan 2020-2025. Pemilihan sektor energi didasarkan pada karakteristik
industrinya yang memiliki volatilitas laba sangat tinggi akibat dinamika harga
komoditas global, sehingga menuntut pemeriksaan mendalam terhadap kualitas laba
melalui kesinambungan profitabilitas perusahaan di masa depan. Metodologi
penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data
sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan yang telah diaudit. Melalui
teknik purposive sampling, diperoleh 16 perusahaan sampel yang memenuhi kriteria
dengan total 96 unit observasi selama enam tahun masa penelitian. Analisis data
dikelola menggunakan teknik regresi data panel, di mana berdasarkan hasil seleksi
model melalui Uji Chow dan Uji Hausman, Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan
sebagai model estimasi yang paling akurat dalam menjelaskan fenomena penelitian
ini. Hasil pengujian statistik menunjukkan temuan yang bervariasi secara parsial.
Variabel beban pajak tangguhan ditemukan tidak memiliki pengaruh signifikan
terhadap persistensi laba. Hal ini mengindikasikan bahwa perbedaan temporer pada
sektor energi, seperti kebijakan depresiasi aset eksplorasi, dipandang oleh pasar
sebagai prosedur teknis rutin dan bukan merupakan sinyal negatif praktik manajemen
laba. Sebaliknya, cash effective tax rate (CETR) terbukti berpengaruh signifikan
terhadap persistensi laba. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi pengelolaan kas
pajak memberikan sinyal positif bagi investor mengenai stabilitas operasional serta
kekuatan fundamental perusahaan. Secara simultan, kedua variabel tersebut
berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba. Penelitian ini menyarankan investor
untuk lebih memprioritaskan indikator kas pajak dalam menilai kualitas kinerja
keuangan emiten di sektor energi.
Kata Kunci: Beban Pajak Tangguhan, Cash Effective Tax Rate, Persistensi Laba,
Sektor Energi.