Abstak
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat
meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan kematian ibu. Puskesmas Cipaku Kota
Bogor memiliki persentase anemia ibu hamil sebesar 10,36% meskipun cakupan
pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah mencapai target. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis implementasi program pemberian TTD dalam pencegahan anemia
pada ibu hamil di Puskesmas Cipaku Kota Bogor.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan
terdiri dari kepala puskesmas, petugas gizi, bidan, apoteker, kader posyandu, dan ibu
hamil yang dipilih menggunakan purposive sampling dan snowball sampling.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion
(FGD), observasi, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program TTD telah berjalan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) mulai dari perencanaan, distribusi,
pelayanan Antenatal Care (ANC), hingga pemantauan konsumsi TTD. Ketersediaan
sumber daya manusia, sarana, dan dukungan kebijakan sudah cukup memadai. Namun,
pelaksanaan program belum optimal karena masih ditemukan kendala berupa pencatatan
dan pelaporan yang belum sesuai, keterbatasan monitoring konsumsi TTD di rumah,
rendahnya kepatuhan ibu hamil akibat efek samping konsumsi tablet, serta kurangnya
pengetahuan ibu hamil terkait pentingnya TTD dan dampak anemia. Selain itu, faktor
sosial ekonomi dan dukungan keluarga juga memengaruhi keberhasilan program dalam
menurunkan angka anemia pada ibu hamil.
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pemberian
TTD di Puskesmas Cipaku sudah berjalan baik tetapi belum optimal dalam menurunkan
angka anemia pada ibu hamil.
Kata Kunci: implementasi program, tablet tambah darah, anemia, ibu hamil, puskesmas.
Bahan Bacaan : 7 buku, 15 jurnal, Tahun 2020 - 2025